Remahan.com

267 Juta Nomor Ponsel Pengguna Facebook Bocor

REMAHAN.com - Kasus kebocoran data pengguna Facebook kembali terjadi. Kali ini, ada lebih dari 267 juta nomor ponsel, nama, dan ID pengguna Facebook yang terekspos di database dan bisa diakses oleh publik lewat internet.

Adalah perusahaan riset teknologi, Comparitech, dan ahli keamanan siber Bob Diachenko yang menemukan pertama kali adanya celah menuju kumpulan data tersebut pada 14 Desember 2019 lalu.

Database ini, yang sekarang sudah dinonaktifkan, tidak dilindungi oleh password maupun sistem keamanan lain.

Akses menuju ke database ini sudah dihapus. Namun Comparitech dan Diachenko berkata pintu menuju data-data pribadi pengguna Facebook itu sempat terbuka selama hampir dua pekan.

Baca: Kekayaan Elon Musk Kalahkan Bill Gates

Bahkan, mereka juga yakin seseorang telah membuat data-data ini bisa di-download di forum hacker.

Isu ini menambah panjang daftar kasus kebocoran data pengguna Facebook. Kasus terbaru ini juga menimbulkan tanda tanya besar soal komitmen dan upaya perusahaan dalam melindungi data penggunanya.

Sebelumnya, Facebook sudah tersandung masalah soal skandal konsultan politik di Inggris, Cambridge Analytica, yang ketahuan mengambil data milik 87 juta pengguna Facebook tanpa persetujuan pada awal 2018 silam. Facebook juga sempat lalai meninggalkan data milik 540 juta pengguna di server cloud tanpa pengamanan pada April 2019 lalu.

Kembali soal kasus kebocoran data terbaru Facebook. Menurut Comparitech, data-data privat yang terbuka ini membuat pengguna Facebook terancam kena iklan spam dan phishing. ID pengguna yang berisi nomor unik dapat bisa dimanfaatkan oleh hacker untuk cari username pengguna dan informasi profil.

Baca: Pesawat Mendarat Darurat di Jalan Tol Malaysia

Dari bukti yang ditemukan, Diachenko berpendapat kumpulan data yang terbuka itu merupakan hasil dari penyalahgunaan API (Application programming interface) Facebook oleh penjahat siber di Vietnam. Mereka juga mungkin menggunakan teknologi otonom untuk mengorek informasi dari profil Facebook yang publik, bukan yang diatur privat.

Menurut laporan CNET seperti dimuat Kumparan.com, Facebook sudah mengetahui isu ini dan langsung menyelidikinya. Juru bicara perusahaan berkata, data itu kemungkinan diambil sebelum mereka mengubah kebijakan dengan membatasi akses ke nomor ponsel pengguna pada 2018.

Untuk melindungi data Facebook pengguna, ada baiknya kalian mengubah pengaturan privasi akun sehingga mesin pencari di luar Facebook tidak dapat menautkan profil pengguna. Kalian juga bisa menonaktifkan, atau bahkan, menghapus akun Facebook jika memang sudah tak dibutuhkan lagi. Rm

96 0

Artikel Terkait

Seperti Ini Kisah Mike Tyson Dipenjara Hingga Masuk Islam
Seperti Ini Kisah Mike Tyson Dipenjara Hingga Masuk Islam

Global

Seperti Ini Kisah Mike Tyson Dipenjara Hingga Masuk Islam

Makan Es Krim Saat Menyetir, Seorang Ibu Asal Melbourne Didenda Rp7 Juta
Makan Es Krim Saat Menyetir, Seorang Ibu Asal Melbourne Didenda Rp7 Juta

Global

Makan Es Krim Saat Menyetir, Seorang Ibu Asal Melbourne Didenda Rp7 Juta

Gaza Kembali Dihantam Roket Penjajah Israel
Gaza Kembali Dihantam Roket Penjajah Israel

Global

Gaza Kembali Dihantam Roket Penjajah Israel

Artikel Lainnya

Cina akan Luncurkan Pesawat Bawa Batu dari Bulan
Cina akan Luncurkan Pesawat Bawa Batu dari Bulan

Global

Cina akan Luncurkan Pesawat Bawa Batu dari Bulan

Dugaan Kanibalisme, Pria Jerman Ditangkap
Dugaan Kanibalisme, Pria Jerman Ditangkap

Global

Dugaan Kanibalisme, Pria Jerman Ditangkap

Peneliti Yakini Pelestarian Gambut Bisa Cegah Pandemi
Peneliti Yakini Pelestarian Gambut Bisa Cegah Pandemi

Global

Peneliti Yakini Pelestarian Gambut Bisa Cegah Pandemi

Komentar