Remahan.com

Bisnis Menggiurkan AS di Timur Tengah: Jual Tentara

REMAHAN.com - Presiden Amerika Serikat dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News mengatakan dia membuat Arab Saudi membayar AS atas penambahan pasukan di kawasan Timur Tengah menyusul situasi yang kian menegangkan belakangan ini.

"Arab Saudi membayar untuk tentara kita. Kita punya hubungan sangat baik dengan Arab Saudi," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, seperti dilansir Merdeka.com dari laman Middle East Monitor, Senin (17/1).

"Saya bilang, begini, Anda adalah negara kaya. Anda mau tambahan tentara? Saya akan kirimkan mereka untuk Anda, tapi Anda harus membayar. Mereka membayar. Mereka sudah menaruh deposit USD 1 miliar di bank," kata Trump.

Oktober lalu Pentagon mengatakan menyetujui pengerahan 3.000 tentara tambahan dan peralatan militer ke Arab Saudi setelah perusahaan minyak mereka, Aramco, mengalami serangan rudal September lalu. Kelompok pemberontak Huthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Peralatan militer yang dikerahkan ke Saudi termasuk rudal Patriot, sistem pertahanan THAAD dan jet tempur.

Anggota parlemen AS Justin Amash menyebut tindakan Trump itu sama saja dengan menjual tentara.

Baca: Kekayaan Elon Musk Kalahkan Bill Gates

"Dia menjual tentara," kata Amash dalam kicauannya di Twitter menanggapi pernyataan Trump dalam wawancara Fox News itu.

Trump sebelumnya sudah berulang kali mengatakan dia akan memaksa suatu negara membayar perlindungan AS, terutama negara-negara Teluk.

Namun menurut Pentagon, Saudi belum membayar AS senilai USD 1 miliar seperti yang dikatakan Trump. Soal bagaimana Saudi bisa membantu membayar biaya pengiriman tentara AS masih dalam tahap pembicaraan.

"Pemerintah Saudi sudah setuju untuk berkontribusi dalam biaya pengeluaran untuk pengiriman tentara dan pembicaraan ini sedang berlangsung. Kontribusi ini tidak mesti berujung pada pengiriman tentara AS tambahan," kata juru bicara Pentagon Rebecca Rebarich kepada CNN dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak akan berkomentar spesifik tentang kesepakatan pertahanan bilateral. AS mendorong aspek berbagi beban dengan negara sahabat untuk mendukung kepentingan bersama, termasuk keamanan di Teluk Arab," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS.

Baca: Pesawat Mendarat Darurat di Jalan Tol Malaysia

AS sudah mengerahkan ribuan tentara tambahan dan rudal pertahanan ke Saudi sebagai respons atas apa yang menurut Pentagon adalah peningkatan ancaman dari Iran.

Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan pembayaran yang dimaksud Trump adalah tentang konsep "berbagi beban".

"Bentuk berbagi beban ini berbagai macam," kata Esper kepada stasiun televisi CBS Minggu lalu. "Bisa termasuk dukungan dari negara tuan rumah, tentara asing. Termasuk mengirimkan tentara di lapangan dan membantu biaya operasional pemeliharaan seperti yang sudah pernah Saudi lakukan ketika Perang Teluk 1990 dan 1991," ujar Esper.

Arab Saudi belum membayar ongkos operasi pengisian bahan bakar di udara yang dilakukan militer AS kepada jet-jet tempur Saudi.

AS menghentikan bantuan pengisian bahan bakar jet Saudi di udara ketika mereka menggempur pemberontak Huthi di Yaman pada November 2018.

Baca: Seperti Ini Kisah Mike Tyson Dipenjara Hingga Masuk Islam

Pada Desember 2018, militer AS mengatakan mereka menagih biaya sebesar USD 331 juta kepada Saudi dan Uni Emirat Arab setelah memberi bantuan pengisian bahan bakar jet tempur di udara dalam perang di Yaman. Lebih dari setahun kemudian Saudi masih belum membayar biaya itu.

"Proses pembayarannya masih berlangsung dan kami mengharapkan biaya itu diganti sepenuhnya. Saya tidak bisa menguraikan secara spesifik proses penggantian biaya itu," ujar Rebarich kepada CNN. Rm

118 0

Artikel Terkait

Makan Es Krim Saat Menyetir, Seorang Ibu Asal Melbourne Didenda Rp7 Juta
Makan Es Krim Saat Menyetir, Seorang Ibu Asal Melbourne Didenda Rp7 Juta

Global

Makan Es Krim Saat Menyetir, Seorang Ibu Asal Melbourne Didenda Rp7 Juta

Gaza Kembali Dihantam Roket Penjajah Israel
Gaza Kembali Dihantam Roket Penjajah Israel

Global

Gaza Kembali Dihantam Roket Penjajah Israel

Cina akan Luncurkan Pesawat Bawa Batu dari Bulan
Cina akan Luncurkan Pesawat Bawa Batu dari Bulan

Global

Cina akan Luncurkan Pesawat Bawa Batu dari Bulan

Artikel Lainnya

Dugaan Kanibalisme, Pria Jerman Ditangkap
Dugaan Kanibalisme, Pria Jerman Ditangkap

Global

Dugaan Kanibalisme, Pria Jerman Ditangkap

Peneliti Yakini Pelestarian Gambut Bisa Cegah Pandemi
Peneliti Yakini Pelestarian Gambut Bisa Cegah Pandemi

Global

Peneliti Yakini Pelestarian Gambut Bisa Cegah Pandemi

Ancaman Genosida Muslim di India, Ini Tanggapan Pakistan
Ancaman Genosida Muslim di India, Ini Tanggapan Pakistan

Global

Ancaman Genosida Muslim di India, Ini Tanggapan Pakistan

Komentar