Remahan.com

Dituding Berkhianat, Mantan Presiden Negara Ini Divonis Mati

REMAHAN.com - Pengadilan Khusus Pakistan menjatuhi hukuman mati kepada mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Ia divonis melakukan pengkhianatan tingkat tinggi dan melanggar konstitusi.

Musharraf menjabat sebagai Presiden lewat kudeta militer pada 1999, dan memerintah Pakistan hingga 2008.

Pada 2014 ia didakwa dengan total lima dakwaan, tiga di antaranya adalah dakwaan menggulingkan, menangguhkan dan mengubah konstitusi negara itu, dua dakwaan lain adalah memecat hakim agung Pakistan dan memberlakukan aturan darurat.

Kasus ini seperti dimuat CNBCIndonesia.com adalah yang pertama kalinya dalam sejarah Pakistan, seorang kepala militer diadili dan dinyatakan bersalah atas pengkhiantannya. Dalam konstitusi Pakistan, pengkhianatan tingkat tinggi merupakan kejahatan yang dapat dijatuhi hukuman mati atau paling ringan penjara seumur hidup.

Hukuman mati bagi Musharraf diputus oleh pengadilan khusus oleh mayoritas dua banding satu. Namun mantan pemimpin berusia 76 tahun itu mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah.

Baca: Militer AS dan Australia Siaga di Laut China Selatan, Ada Apa?

"Saya tidak bersalah, dan kasus pengkhianatan itu tidak berdasar," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari CNN Internasional, Rabu (18/12/2019).

Sebelumnya pada 2007 Musharraf sempat menyatakan keadaan darurat, menangguhkan konstitusi Pakistan, mengganti hakim agung dan menutup saluran TV swasta.

Musharraf mengatakan bahwa dia melakukan itu untuk menstabilkan negara dan memerangi peningkatan ekstrimisme Islam. Tindakan itu dengan cepat menuai kritik tajam dari Amerika Serikat (AS) dan rakyat Pakistan secara terbuka menyerukan agar dia dipindahkan.

Namun atas putusan tersebut Musharraf masih memiliki opsi untuk mengajukan banding. Rm

78 0

Artikel Terkait

Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II
Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II

Global

Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II

Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku
Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

Global

Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta
Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Global

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Artikel Lainnya

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley
Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Global

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas
Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Global

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India
Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Global

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Komentar