Remahan.com

Klaim Belum Ada Kasus Corona, Ini Keterangan Dubes Korut

REMAHAN.com - Sejauh ini belum ada kasus virus corona baru atau Covid-19 yang ditemukan di Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara.

Kunci penanganan penyebaran Covid-19 yang dilakukan Korea Utara adalah keputusan cepat dan tegas untuk menutup perbatasan negara itu.

Klaim Dutabesar Korea Utara, An Kwang Il, pemerintah menutup perbatasan negara itu pada 22 Januari, di hari yang sama ketika pemerintah Republik Rakyat China memutuskan menutup Wuhan di Provinsi Hubei yang menjadi lokasi awal penyebaran Covid-19.

“Sejak awal kami menganggap kasus ini sangat serius. Virus corona disebutkan menular dari manusia ke manusia, dan anti virus untuk menangkalnya belum ditemukan. Cara paling efektif yang harus dilakukan adalah mencegah penyebaran dari awal,” ujar Dubes Korea Utara An Kwang Il seperti dilansir dari Rmol.id.

Ketika perbatasan ditutup Dubes An masih berada di Pyongyang. Selama tujuh hari setelah itu menjadi semacam masa transisi yang dimanfaatkan oleh warganegara Korea Utara untuk kembali ke tanah air, dan warganegara asing untuk meninggalkan Korea Utara.

Baca: Militer AS dan Australia Siaga di Laut China Selatan, Ada Apa?

Pada “masa transisi” itu orang yang masuk ke Pyongyang dikarantina selama 15 hari. Karena harus kembali ke tempat tugasnya di Jakarta, Dubes An meninggalkan Pyongyang dengan pesawat terakhir menuju Beijing, China, pada tanggal 1 Februari.

Setelah bermalam, dia melanjutkan penerbangan ke Indonesia dan tiba di Jakarta pada 3 Februari, dua hari sebelum pemerintah Indonesia menutup penerbangan dari China. Awalnya, tidak sedikit negara asing yang mengecam sikap tegas Korea Utara dan menganggapnya berlebihan.

“Pemerintah Korea Utara menjelaskan kepada mereka yang mengeluh bahwa pemerintah Korea Utara menganggap jiwa rakyat lebih penting dari apapun,” ujar Dubes An. Dubes An sangat prihatin melihat apa yang sekarang terjadi di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika Serikat.

“Negara-negara Eropa pernah mengkritik kami mengancam HAM (karena mengambil tindakan tegas menutup perbatasan). Tetapi kalau kita lihat apa yang terjadi sekarang, tindakan yang serius (yang kami ambil) itu lebih baik daripada kami tidak mengambil tindakan apapun. Kami anggap tindakan yang kami ambil adalah metode yang benar untuk menjaga HAM,” ujar Dubes An lagi. Pemerintah Korea Utara, sebutnya lagi. Rm

80 0

Artikel Terkait

Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II
Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II

Global

Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II

Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku
Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

Global

Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta
Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Global

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Artikel Lainnya

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley
Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Global

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas
Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Global

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India
Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Global

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Komentar