Remahan.com

Militer AS dan Australia Siaga di Laut China Selatan, Ada Apa?

REMAHAN.com - Tiga kapal perang Amerika Serikat (AS) dikabarkan masuk ke wilayah perairan Malaysia di Laut China Selatan.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, USS Amerika, USS Bunker Hills, USS Barry beroperasi memantau kawasan ini di saat sebuah kapal China masuk dan mengeksplorasi minyak.

Bukan hanya AS, kapal perang Australia HMAS Parramatta juga juga bergabung dengan militer Paman Sam.

Dalam Twitter resminya Rabu (22/4/2020) @USNavy, angkatan laut AS mengatakan tengah berpatroli untuk keamanan dan stabilitas kawasan.

Masuknya kapal perang AS dan Australia tersebut berbarengan dengan saat sebuah kapal survei China, Haiyang Dizhi 8, masuk ke perairan tersebut sejak 16 April.

Baca: Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II

Dikutip dari The New York Times, kapal itu berada di dekat ladang minyak yang tengah dikelola Petronas, perusahaan minyak Malaysia, bahkan berhari-hari membuntuti kapal perusahaan minyak itu.

"Kehadiran dan operasionalisasi kami di Laut China Selatan, adalah bagian kami bekerja dengan para sekutu dan mitra kami," sebut Letnan Nicole Schwegman, Jubir Komando Indo-Pasifik AS.

"Untuk mempromosikan kebebasan navigasi ... serta prinsip-prinsip internasional yang mendukung keamanan dan kemakmuran di wilayah Indo-Pasifik."

Meski tidak menyebutkan lokasi pasti di mana kapal berada, dari citra satelit Uni Eropa terlihat bahwa angkatan laut AS berada 60 mil dari kapal eksplorasi minyak yang dikontrak Malaysia.

Laut China Selatan adalah wilayah yang disengketakan China dan setidaknya lima negara lainnya. Awal bulan ini, Vietnam menuding kapal Patroli China menabrak dan menenggelamkan kapal nelayan negerinya.

Baca: Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

Bulan lalu, China juga membuka dua stasiun penelitian terumbu karang di wilayah yang di klaim oleh Filipina. Awal tahun lalu, China juga sempat bermasalah karena masuk ke wilayah Natuna, RI.

Dikutip dari AFP, dalam beberapa tahun terakhir Beijing terus meningkatkan klaim teritorinya di kawasan kaya itu. Akhir pekan lalu China menamai 80 pulau yang disengketakan di Laut China Selatan.

Sebagaimana dikutip CNBCIndonesia dari South China Morning Post, China mengatakan Haiyang Dizhi 8 tengah melakukan kegiatan normal. Dari laman yang sama, belum ada konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri Malaysia. Rm

158 0

Artikel Terkait

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta
Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Global

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley
Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Global

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas
Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Global

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Artikel Lainnya

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India
Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Global

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok
Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok

Global

Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok

Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang
Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang

Global

Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang

Komentar