Remahan.com

Protes Undang-undang "Anti-Muslim", Lebih Dari 100 Orang Terluka

REMAHAN.com - Unjuk rasa menentang pengesahan Undang-Undang (UU) Amandemen Kewarganegaraan atau kerap disebut UU 'Anti-Muslim' di India menelan korban.

Lebih dari 100 aktivis terluka setelah terlibat bentrokan dengan polisi pada Ahad (15/12). Di Universitas Jamia Millia Islamia, Delhi massa terlibat kejar-kejaran dengan aparat kepolisian yang dibekali gas air mata dan tongkat pemukul.

Jurubicara Rumah Sakit Keluarga Kudus mengatakan, pihaknya telah merawat 26 orang yang menderita luka ringan. Puluhan orang juga dirawat di rumah sakit berbeda.

"Banyak dari mereka mengalami cidera patah tulang. Kami kehabisan plester paris untuk gips," ujar seorang pejabat di Rumah Sakit Alshifa yang merawat sekitar 80 orang dilansir Rmol.id dari Reuters.

Kemarin merupakan hari kelima unjuk rasa besar-besaran yang terjadi di seluruh India terhadap UU 'Anti-Muslim'. Menurut pihak berwenang, unjuk rasa membakar bus, mobil, dan sepeda motor yang dibalas dengan tembakan gas air mata dari polisi.

Baca: Militer AS dan Australia Siaga di Laut China Selatan, Ada Apa?

"Sekitar 4.000 orang memprotes dan polisi melakukan apa yang mereka lakukan untuk membubarkan massa ketika membakar bus," ujar seorang perwira senior di Delhi Chinmoy Biswal.

Menanggapi protes massa, pemerintah telah menutup akses internet di beberapa negara bagian. Di Delhi Tenggara, semua sekolah ditutup lebih awal untuk liburan musim dingin.

Dalam UU 'Anti-Muslim' ini, pemerintah India memberikan status kewarganegaraan kepada warga negara non-Muslim Bangladesh, Pakistan, dan Afganistan yang secara ilegal tinggal di India sejak 2015.

Dikatakan oleh Perdana Menteri Narendra Modi, UU tersebut bertujuan untuk menyelamatkan minoritas di tiga negara yang mayoritas beragama muslim. Namun, banyak pihak menganggap UU ini justru telah mendisriminasi para umat muslim di India.Rm

61 0

Artikel Terkait

Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II
Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II

Global

Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II

Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku
Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

Global

Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta
Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Global

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Artikel Lainnya

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley
Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Global

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas
Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Global

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India
Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Global

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Komentar