Remahan.com

Protes UU Kewarganegaraan Anti Muslim di India Sudah Renggut 9 Nyawa, Ratusan Ditahan

REMAHAN.com - Tiga orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dan polisi di utara India pada Sabtu (21/12), sehingga jumlah korban tewas secara nasional dalam protes terhadap undang-undang kewarganegaraan baru bertambah menjadi 17.

O.P. Singh, kepala polisi di negara bagian Uttar Pradesh, mengatakan kematian terakhir telah menambah jumlah korban tewas di negara bagian itu menjadi sembilan.

"Jumlah korban tewas bisa bertambah," kata Singh.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kasus tewasnya korban yang terbaru.

Baca: Militer AS dan Australia Siaga di Laut China Selatan, Ada Apa?

Polisi mengatakan bahwa lebih dari 600 orang di negara bagian itu telah ditahan sejak Jumat (20/12) sebagai bagian dari "tindakan pencegahan."

Para pengunjuk rasa marah oleh undang-undang baru yang memungkinkan warga imigran penganut Hindu, Kristen, dan minoritas agama lain yang bisa menjadi warga negara India, jika mereka dapat menunjukkan bahwa mereka dianiaya karena agama mereka di Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan yang mayoritas penduduknya Muslim.

Namun undang-undang tidak berlaku untuk Muslim.

Para kritikus mengecamnya sebagai pelanggaran terhadap konstitusi sekuler negara itu, dan menyebutnya sebagai upaya terbaru oleh pemerintah nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi untuk memarginalkan 200 juta Muslim di India.

Baca: Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II

Modi telah angkat bicara dan mengatakan kalau UU tersebut merupakan isyarat kemanusiaan.

Pengunjuk rasa khawatir para imigran akan pindah ke wilayah perbatasan dan undang-undang yang baru itu akan mengubah ribuan imigran ilegal menjadi penduduk sah.

Mereka khawatir imigran dari Bangladesh akan mengambil alih profesi warga lokal.

Menteri Dalam Negeri Amit Shah pada Ahad (15/12) menyerukan massa untuk tetap tenang. Dia menyatakan bahwa UU itu tidak akan mengancam warga lokal.

Baca: Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

"Budaya, bahasa, identitas sosial, dan hak-hak politik saudara-saudari kita dari timur laut akan tetap utuh," kata Shah pada rapat umum di negara bagian Jharkhand timur, seperti dilaporkan jaringan televisi News18 dikutip CNNIndonesia.com dari AFP.

Kelompok hak asasi dan partai politik Muslim berencana menggugat undang-undang itu ke Mahkamah Agung karena bertentangan dengan prinsip kesetaraan dan sekularisme yang ada dalam konstitusi India. Rm

130 0

Artikel Terkait

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta
Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Global

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley
Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Global

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas
Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Global

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Artikel Lainnya

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India
Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Global

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok
Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok

Global

Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok

Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang
Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang

Global

Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang

Komentar