Remahan.com

Setengah Juta Warga Prancis Mogok Massal Tolak Kebijakan Macron

REMAHAN.com - Aksi mogok massal yang melibatkan serikat pekerja, buruh, dan sejumlah asosiasi guru di Prancis memasuki hari kedua pada Jumat (6/12). Di samping layanan transportasi lumpuh, mogok massal di hari kedua juga dilaporkan berujung ricuh setelah polisi berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.

Aksi mogok yang terjadi di Paris, Lyon, dan Nantes dibubarkan polisi untuk memisahkan beberapa kelompok peserta aksi. Kendati demikian, aksi serupa di sejumlah wilayah lain dilaporkan tetap berjalan damai.

Berdasarkan penghitungan resmi seperti dilansir CNNIndonesia dari AFP, lebih dari 500 ribu warga memenuhi jalan-jalan utama Prancis. Namun serikat buruh mengatakan jumlah tersebut dilaporkan belum termasuk 250 ribu buruh yang ikut turun ke jalan.

Kepala Konfederasi Umum Perburuhan Kekuatan Pekerja (FO) Yves Veyrier mengatakan aksi mogok massal ini dapat berlangsung setidaknya hingga Senin pekan depan. Rencana demo tersebut bergantung pada sikap pemerintah dalam memenuhi tuntutan pedemo.

Baca: Militer AS dan Australia Siaga di Laut China Selatan, Ada Apa?

Sekretaris jenderal Konfederasi Serikat Buruh (CGT), Phillipe Martinez menuturkan aksi mogok kali ini tidak akan terhenti pada malam hari.

"Aksi mogok tidak akan berhenti pada malam hari," ujarnya.

Mogok massal kali ini terjadi dipicu rencana Presiden Emmanuel Macron untuk mengubah aturan jam kerja untuk pegawai yang bekerja di sektor layanan masyarakat.

Para pekerja khawatir perubahan itu akan menambah jam kerja mereka dan memangkas nilai jaminan pensiun. Untuk membujuk para pemimpin serikat, Kementerian Perhubungan Prancis menyatakan akan berunding demi meredakan ketegangan.

Baca: Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II

"Kami berhak atas cuti yang ditanggung selama lima pekan, sistem jaminan kesehatan, Itu adalah hak orang-orang yang berjuang dan mengorbankan diri setiap hari," kata seorang anggota Serikat Buruh Kereta Api, Gilles Pierre.

Akibat mogok massal kali ini, sejumlah layanan fasilitas umum seperti transportasi, sekolah, hingga tempat wisata tutup. Rm

66 0

Artikel Terkait

Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku
Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

Global

Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta
Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Global

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley
Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Global

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Artikel Lainnya

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas
Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Global

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India
Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Global

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok
Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok

Global

Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok

Komentar