Remahan.com

Trump Resmi Danai Pasukan Pertahanan Luar Angkasa

REMAHAN.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah resmi mendanai pembentukan pasukan pertahanan terbaru yang fokus pada peperangan di ruang angkasa:

Sayap militer terbaru AS dalam 70 tahun terakhir itu berada di bawah komando Angkatan Udara.

Di sebuah pangkalan militer dekat Washington DC, Trump menggambarkan ruang angkasa sebagai "wilayah perang terbaru di dunia".

"Di tengah ancaman besar terhadap keamanan nasional kita, superioritas Amerika di ruang angkasa sangatlah vital," katanya.

"Kita memimpin [bidang itu], tapi kepemimpinan kita belumlah cukup, dalam waktu dekat kita akan berada jauh di depan."

Baca: Militer AS dan Australia Siaga di Laut China Selatan, Ada Apa?

"Angkatan Ruang Angkasa akan membantu kita mencegah serangan dan mengendalikan medan tertinggi," ia menambahkan.

Alokasi anggaran Angkatan Ruang Angkasa pun seperti dimuat Viva.co.id akhirnya dipastikan masuk pada hari Jumat (20/12) dengan penandatanganan anggaran tahunan militer AS sebesar AS$738 miliar (Rp10.303 triliun).

Peluncuran Angkatan Ruang Angkasa sendiri mendapat pendanaan awal sebesar AS$40 juta (Rp558 miliar) untuk tahun pertamanya.

Apa yang sebenarnya akan dilakukan Angkatan Ruang Angkasa?

Yang jelas bukan untuk menempatkan tentara di orbit Bumi, melainkan untuk melindungi aset-aset AS - seperti ratusan satelit yang digunakan untuk fungsi komunikasi dan pengawasan.

Baca: Pangeran Harry dan Meghan Markle tak Ucapkan Selamat di Hari Ultah Ratu Elizabeth II

Pasukan militer baru itu dibentuk setelah para petinggi militer AS melihat China dan Rusia yang terus mengembangkan kekuatan militer mereka di wilayah ruang angkasa.

Wakil Presiden AS, Mike Pence, sebelumnya mengatakan bahwa China dan Rusia memiliki laser udara dan rudal anti-satelit yang perlu AS tangkal.

"Lingkungan ruang angkasa telah berubah secara medasar selama satu generasi terakhir," ujarnya. "Yang sebelumnya damai dan tak ada pertentangan, kini menjadi penuh sesak dan penuh persaingan."

Sekretaris Angkatan Udara Barbara Barrett mengatakan bahwa Angkatan Ruang Angkasa akan terdiri dari 16.000 anggota AU dan sipil.

Angkatan itu akan dipimpin oleh Jenderal Angkatan Udara Jay Raymond, yang saat ini juga mengelola SpaceCom.

Baca: Penembakan Massal di Kanada, Polisi Belum Tahu Motif Pelaku

Awal bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ekspansi AS ke ruang angkasa menimbulkan ancaman bagi kepentingan Rusia, dan menuntut tanggapan Rusia.

"Kepemimpinan militer-politik AS secara terbuka menganggap ruang angkasa sebagai medan militer dan berencana untuk menjalankan operasi di sana," imbuh Putin. Rm

67 0

Artikel Terkait

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta
Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Global

Makan di Pujasera, Nenek di Singapura Didenda Rp3,3 Juta

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley
Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Global

Tyson Ingin Konsumsi Ganja dengan Bob Marley

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas
Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Global

Kendaraan WHO Ditembak, Pengemudi Tewas

Artikel Lainnya

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India
Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Global

Pekerja Informal Ditengah Lockdown India

Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok
Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok

Global

Keluar Beli Susu Saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok

Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang
Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang

Global

Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang

Komentar